Breaking News

Penandatanganan Kesepakatan Induk Fasilitas PDF Proyek KPBU TPPAS Jatibarang Semarang

Selasa (2/2) Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Muhammad Afif, Mualim, dan Wahyoe Winarto turut menghadiri Penandatanganan Kesepakatan Induk Fasilitas PDF Proyek KPBU TPPAS Jatibarang Semarang antara Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko dengan Walikota Semarang melalui video conference di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Semarang. Hadir mendampingi dalam acara tersebut Ketua Komisi A Fajar Rinawan Sitorus beserta Anggota Komisi A DPRD Kota Semarang dan Ketua Komisi C Rukiyanto beserta Anggota Komisi C. Turut hadir dalam video conference tersebut Dirjen Pengelolaan dan Pembiayaan Resiko Luky Alfirman, Walikota Semarang Hendrar Prihadi, Perwakilan dari Bappenas, General Manager PLN Jateng-DIY, Edwin Dirut PT Sarana Multi Infrastruktur, Head Advisory PT Indonesia Infrastructur Finance.

Dalam sambutannya tersebut Walikota Semarang mengatakan bahwa Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini merupakan hal yang sangat urgent di Kota Semarang karena kondisi sampah yang dihasilkan saat ini mencapai 1300 ton / hari di TPS Jatibarang. Ia menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasihnya kepada Presiden dan Pemerintah Pusat karena Kota Semarang menjadi salah satu kota yang dijadikan fokus percepatan pembangunan PSEL ini. Adanya KPBU TPPAS ini merupakan bantuan dari Pemerintah Pusat dengan Kementerian Keuangan sehingga mencapai financial close. Ia berharap upaya dari Pemerintah Kota Semarang bersama Bappenas sejak 2018 dalam merencanakan program ini dapat dilakukan lelang investasi pada triwulan kedua 2021, dengan asumsi dalam kurun waktu 1,5 tahun dapat terwujud. Substansi utama dalam program ini adalah “bagaimana kita dapat mengatasi permasalahan sampah di dunia, khususnya di Kota Semarang”. Maka dari itu Kota Semarang berkomitmen tinggi untuk mewujudkan PSEL ini untuk mengatasi permasalahan sampah di Kota Semarang.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Wahyoe Winarto memberikan sambutannya mewakili Ketua DPRD Kota Semarang yang berhalangan hadir. Ia mengatakan bahwa Kota Semarang sebagai kota metropolitan pasti menghasilkan sampah dalam jumlah besar, sehingga perlu penanganan ekstra untuk menghasilkan kota yang bersih, tertata, dan nyaman. Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Semarang dalam pengimplementasian PSEL Jatibarang ini sebagai upaya penyelesaian permasalahan sampah serta Pemerintah Pusat yang memberikan bantuan kepada Pemerintah Kota Semarang. DPRD Kota Semarang memberikan dukungannya penuh, saah satunya dalam pembentukan Raperda kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU ini. Ia berharap implementasi PSEL ini dapat memberikan manfaat besar untuk masyarakat.


Berita Terkait