Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, melangsungkan Sosialisasi Raperda Inisiatif tentang Keolahragaan di Keluaran Bongsari


SEMARANG, DPRD KOTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, baru saja melangsungkan Sosialisasi Raperda Inisiatif tentang Keolahragaan. Pada Senin malam (27/11/17).
Sosialisasi Raperda Inisiatif pada kesempatan kali ini berlangsung di Kelurahan Bongsari, Kecamatan Semarang Barat.

Hadir sebagai narasumber, dr Wilujeng Riningrum dan Erry Sadewo selaku Anggota Badan Pembentukan Perda (BPP) DPRD Kota Semarang, Haryanto dari Dinas Pemuda Olahraga Kota Semarang, Sulistyowati Lurah Kelurahan Bongsari, Sumarjo Camat Kecamatan Semarang serta hadir Warga Kelurahan Bongsari.
Lurah Bongsari, Sulistyowati menyampaikan sedikit tentang Kelurahan Bongsari bahwa Luas wilayah sebesar 79.7 Hektar, dengan jumlah 8 RW dan 63 RW, jumlah penduduk laki-laki terdapat 6575 dan 6602wanita, dengan jumlah keseluruhan 13177 jiwa serta jumlah KK 3212. Potensi yang dimiliki yaitu dibidang olahraga sudah terkenal senam tera karena sering menjadi juara, kemudian bulutangkis, sepak bola RT/RW tingkat Kecamatan.

Sementara itu, Erry Sadewo memaparkan, perda olahraga merupakan usulan dari Anggota DPRD Kota Semarang. Olahraga merupakan peran unsur salah satu kehidupan yang ada di masyarakat dan di Kota Semarang ini nantinya akan diatur dalam peraturan daerah, olahraga disini dijelaskan bahwa pemerintah memberikan sarana dan prasarana. "Tentunya di raperda ini bapak ibu dapat menambahkan atau mengurangi hal-hal yang diperlukan, Olahraga ada 3 yaitu Olahraga rekreasi, prestasi dan pendidikan, " pungkasnya

Selain itu, dr Wilujeng riningrum menambahkan Raperda ini adalah inisiatif dari komisi D.
"sudah dijelaskan sebelumnya hak dan kewajiban masyarakat, kami mohon saran dan masukannya, kemudian nanti saran dari warga akan dibahas dalam pembahasan pansus baru selanjutnya dilaksanakan publik hearing, " ujarnya

Menanggapi hal itu, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Semarang, Haryanto mengatakan satu hal yang perlu dimengerti, "ini adalah inisiatif dari wakil wakil panjenengan. Ini semua harus dikritisi oleh masyarakat. Inilah cara pemerintah kota semarang dalam memberikan sarana prasarana olahraga bagi masyarakat. Seperti UU no 3 tahun 2005 tentang sistem keolahragaan nasional.

Komentar