Dialog interaktif dengan tema Waspada Pengaruh Negatif Media Sosial pada Pelajar
Dialog Interaktif
Senin (16/03) bertempat di Studio Cakra TV, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Muhammad Afif hadir menjadi narasumber dalam Dialog interaktif dengan tema Waspada Pengaruh Negatif Media Sosial pada Pelajar. Hadir pula sebagai narasumber Gunawan Saptopgiri, SH, MM selaku Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang dan Ari Handayani, S.Psi, M.Si selaku Kepala pusat kependudukan perlindungan perempuan dan anak (PKPPA) UPGRIS Semarang
Muhammad Afif mengatakan bahwa perlu disyukuri akan hadirnya media sosial karena banyak manfaatnya, meskipun dampak negatifnya juga banyak. Afif menekankan perlunya kerjasama keluarga dalam antisipasi penyalahgunaan media sosial. Dinas Pendidikan juga perlu menggalakan dan memotivasi anak gemar membaca dan sadar akan manfaat pendidikan. Hal tersebut sejalan dengan apa yang diungkapkan oleh Ari Handayani, ia berpendapat bahwa peran orang tua harus lebih banyak untuk mengontrol anak karena waktu dan intensitas lebih banyak dengan keluarga. Perlu adanya interaksi komunikasi antara anak dan orang tua.
Gunawan Saptogiri menyampaikan bahwa penting untuk membentengi anak dengan pendidikan dan pembentukan karakter sejak usia dini. Dinas pendidikan kota semarang mempunyai program Pendidikan penguatan karakter selain untuk siswa ada untuk guru dan juga untuk orang tua siswa. Menanggapi masih maraknya kasus bullying pada anak, Gunawan menyampaikan bahwa program mengembalikan psikologi anak yang menjadi korban dan juga perbaikan lingkungan. Untuk menanggulangi terjadinya bullying di kota Semarang sebanyak 90% SMP negeri dan swasta di kota Semarang sudah menerapkan sekolah ramah anak, serta telah dipilih beberapa siswa yang menjadi agen perubahan. Ada pun program rumah duta revolusi mental untuk mengembalikan psikologis anak yang melakukan kesalahan/pelanggaran.
Sementara itu Ari Handayani berpendapat perlu mengalihkan fokus anak terhadap kelebihan dan potensinya, sehingga anak tidak merasa minder dan adanya kekurangan anak tidak dijadikan object bullying. Ari juga mengajak semua pihak untuk pengawasi dan membatasi pemakaian gadget untuk anak. Harus ada komitmen bersama antara orang tua dengan anak.
Memberikan kesadaran dan pendidikan terhadap dampak media sosial, Orang tua juga wajib mendampingi anak dalam menggunakan media dosial. Afif mengharapkan adanya sinergi berbagai pihak menciptakan lingkungan sehat layak anak dan meminimalisir dampat negatif dari media sosial pada anak. Anak harus diajari bijak menggunakan media sosial, Jadikan media sosial sebagai alat utk pembelajaran dan kemajuan.
