Dialog Interaktif Kesiapsiagan kota Semarang Menghadapi Virus Corona

           

Dialog Interaktif Kesiapsiagan kota Semarang Menghadapi Virus Corona

Rabu (18/3) Wakil Ketua DPRD kota Semarang Mualim menjadi narasumber bersama Ketua Pengurus PMI kota Semarang Dr. dr. Shofa Chasani, Sp. FA, Sp. PD, KGH, FINASIM dalam dialog interaktif dengan tema Kesiapsiagan kota Semarang Menghadapi Virus Corona. Merebaknya virus corona di seluruh dunia termasuk Indonesia menimbulkan kegelisahan tak terkecuali di kota Semarang. Pemerintah pun menyediakan RS yang dapat melakukan screening identifikasi virus corona secara gratis yaitu RS Amino Gondohutomo dan RS Tugurejo.

dr. Shofa menjelaskan, corona adalah virus yang menyerang sel paru-paru melalui hidung ataupun mukosa, dan penularannya melalui droplet. Jika virus tersebut menyerang paru-paru maka secara cepat akan membuat paru-paru menjadi fibrosis (kaku) sehingga hal tersebut membuat penderitanya sesak nafas. Gejala Covid-19 hampir mirip dengan influenza, dan untuk mengetahui virus tersebut harus melalui pemeriksaan swap. Masa inkubasi dari virus adalah 2-14 hari, maka dari itu perlu pengawasan dan penanganan yang benar. Bagi mereka yang sakit (baik itu positif, PDP, ataupun ODP) harus diisolasi dan diobati dengan baik. Meskipun prosentase kematian kecil kita harus tetap waspada. dr. Shofa mengatakan adanya lockdown, social distancing dan work from home merupakan salah satu cara yang baik untuk meminimalisir penularan dan menekan angka kematian, karena jika terjadi outbreak apakah pemerintah nanti sanggup menanganinya? Ia pun mengatakan orang yang paling rentan terpapar virus adalah mereka yang berusia lanjut dan mereka yang mempunyai riwayat penyakit tambahan (tidak harus yang sakit pernafasan). Untuk itu penting bagi masyarakat menjaga kebersihan diri dan menjaga dayantahan tubuh.

Mualim pun mengatakan bahwa masyarakat tidak perlu terlalu khawatir, karena pemerintah telah menyediakan anggaran khusu untuk menangani virus corona ini. Pemerintah pun telah membentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Selain itu pemerintah membagikan ribuan hand sanitizer gratis dan juga telah rutin mengagendakan penyemprotan disinfektan di kantor-kantor, alat transportasi umum, serta sekolah-sekolah.

Adanya kebijakan libur 14 hari ini untuk melihat perkembangan, mengantisipasi dan menekan penyebaran virus. Namun Mualim sangat menyayangkan keputusan masyarakat yang justru menggunakan kesempatan ini untuk berlibur, padahal penting bagi kita saat ini untuk mengisolasi diri di rumah kecuali ada hal penting dan urgent. Saat ini pun segala kegiatan yang sifatnya mengumpulkan massa ditunda sampai batas waktu yang belum ditentukan. Untuk kesiapan RS pemerintah telah menganggarkan dana untuk fasilitas kesehatan tersebut, peralatan kesehatan juga perlu diperhatikan ketersediaannya jangan sampai para tenaga medis jatuh sakit. Mualim berharap masyarakat dapat tenang, mematuhi segala aturan dan kebijakan yang dibuat untuk bersama-sama mencegah corona, dan yang terpenting adalah menjaga kebersihan tubuh dan menjaga daya tahan tubuh, karena ia yakin kota semarang bisa melalui musibah ini dengan baik.