Talkshow dengan tema “Menjaga Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan”

           

Talkshow dengan tema “Menjaga Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan”

Rabu (15/1) Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman hadir menjadi narasumber dalam talkshow dengan tema “Menjaga Daya Dukung dan Daya Tampung Lingkungan” di Lobby Hotel Noormans. Hadir pula sebagai narasumber Kepala Bappeda kota Semarang Bunyamin serta Guru Besar Ilmu Lingkungan UNDIP Semarang Prof. Soedharto. Dalam talkshow tersebut dibahas mengenai pertambahan penduduk yang penyebarannya mengarah ke kota namun mengakibatkan penurunan kualitas hidup karena ketersediaan dan kemampuan sumber daya lahan yang semakin terbatas, selain itu kualitas daya dukung dan daya tampung lingkungan pun semakin menurun dan diikuti dengan menurunnya sumber daya air.
Kepala Bappeda kota Semarang Bunyamin mengatakan bahwa pemerintah kota saat ini telah menata wilayah mana saja yang bisa di tempati dan wilayah mana saja yang harus dipertahankan menjadi ruangan terbuka. 30% wilayah dalam rencana tata ruang wilayah (RTRW) telah dipersiapkan untuk ruang terbuka hijau agar dapat dinikmati oleh masyarakat dengan mengembalikan oksigen demi kesehatan masyarakat. Semua sektor melalui tata aturan yang ada berkomitmen untuk menjaga lingkungan. Meskipun begitu, Guru Besar Ilmu Lingkungan UNDIP Semarang Prof. Soedharto mengatakan dalam pengadaan ruang terbuka itu masih ditemui masalah yaitu pendistribusian yang tidak merata antar wilayah satu dan yang lainnya. Selain itu ia menyatakan bahwa daya tampung dan daya dukung merupakan kunci dalam kelangsungan hidup lingkungan.

Kota Semarang setiap tahunnya mengalami penurunan permukaan tanah sebesar 2-12 cm akibat pengeboran air tanah. Kadar Lusman mengatakan bahwa untuk mengembalikannya pemerintah kota Semarang mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat sehingga diberikan bantuan Sistem Pengelolaan Air Minum (SPAM), maka dari itu DPRD mendorong Bappeda untuk dapat terus mengawasi apabila ada pengeboran air tanah ditindak tegas dan diberi sanksi.

Hal tersebut sejalan dengan pendapat dari Guru Besar Ilmu Lingkungan UNDIP Semarang Prof. Soedharto bahwa pengelolaan lingkungan sekarang sudah menjadi keputusan politik. Saat ini kota Semarang dibantu oleh Kementrian PUPR telah melakukan kajian-kajian dan apabila disetujui pembangunan sanitasi komunal perkotaan dapat dilaksanakan. Di akhir talkshow Kadar Lusman berpesan kepada masyarakat, kesadaran menjaga lingkungan merupkan hal yang sangat penting, perencanaan dan program yang dibentuk akan menjadi percuma jika tidak didukung oleh masyarakat.