Wakil Ketua DPRD kota Semarang Mualim dan Muhammad Afif menghadiri Rapat Tim Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 Covid-19 Kota Semarang
-
Senin (16/3) Wakil Ketua DPRD kota Semarang Mualim dan Muhammad Afif menghadiri Rapat Tim Gugus Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kota Semarang bersama Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu dan Anggota Forkopimda Kota Semarang. Hadir pula dalam rapat tersebut Kepala OPD Kota Semarang serta perwakilan Muspika dan Puskesmas Kota Semarang.
Dalam rapat tersebut Kepala Dinas Kesehatan Abdul Hakam menjelaskan mengenai perbedaan PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan ODP (Orang Dalam Pemantauan) yang sampai saat ini masih awam di kalangan masyarakat. Sampai saat ini telah dilakukan sosialisasi pencegahan covid, pengumpulan informasi, serta monitoring oleh petugas puskesmas di setiap kecamatan. Tugas dari gugus tugas tingkat kecamatan diantaranya adalah mengkoordinasikan faskes tingat 1, pengendalian logistik, dan monitoring. Sistem Kerja Gugus Tugas nantinya akan melalui satu pintu, dimana Diskominfo akan menyediakan program untuk pendataan sehingga mempermudah koordinasi dan pemantauan.
.
Salah satu dokter ahli yang hadir dalam rapat tersebut mengusulkan apabila semarang memiliki alat yang memadai maka kita dapat mengolah hasil tes dini sendiri, sehingga mempermudah pendataan dan konfirmasi pasien. Apabila ada pasien yang terduga ataupun yang memiliki hasil positif barulah mengirimkan hasil tes swap-nya ke Jogja atau Jakarta. Karena selama ini RS di Kota Semarang mengirimkan hasil tes swap-nya melalui JNE dan Tiki, padahal hal tersebut sangat beresiko untuk menularkan kepada yang lain.
.
Kepala RSWN Susi mengatakan bahwa saat ini ada 132 RS yang ditunjuk menangani corona, untuk kelengkapan alat sudah cukup lengkap. Di Jateng sendiri ada 50 RS dan 13 diantaranya menjadi RS lini utama. Di RSWN sendiri kekurangan vtm, kemudian dikonfirmkan ke jogja dan RS Jogja pun mengirimkan vtm nya. Saat ini seluruh RS dan Dinas Kesehatan di Jawa Tengah khususnya di kota Semarang telah berkoordinasi dan bersinergi menghadapi Covid-19 ini. Perihal Ruang Isolasi, di RSWN hanya ada 4 yang bertenaga negatif, adapun ruang isolasi lagi yang masih bisa menampung 11 pasien, namun untuk menjadi ruang isolasi yang layak bagi pasien Covid-19 butuh hepafilter agar ruang isolasi tersebut bertenaga negatif. Sampai saat ini ada 7 Pasien Covid-19 di Ruang Isolasi RS Karyadi, 3 Pasien di RSWN, dan 2 Pasien di RS Tugu.
