Breaking News

Rapat Dengar Pendapat Komisi D dengan Dispora

Rapat Dengar Pendapat Komisi D dengan Dispora

Kamis (28/1) Rapat Dengar Pendapat Komisi D DPRD Kota Semarang dengan Dinas Kepemudaan dan Olahraga terkait Evaluasi Program/Kegiatan 2020 dan Penajaman Program/Kegiatan 2021 di Ruang Rapat Komisi D DPRD Kota Semarang. Hadir memimpin rapat Sekretaris Komisi D Anang Budi Utomo didampingi Wakil Ketua Komisi D Rahmulyo Adi Wibowo, dan Anggota Komisi D Siffin Almufti, HM Rohaini, dan Dyah Ratna Harimurti. Turut hadir pula Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Suhindoyo beserta staff, dan OPD pendamping dari BPKAD, Bappeda, Inspektorat, Bag. Hukum Sekda Kota Semarang, dan Bag. Pembangunan.

Dalam rapat tersebut Anang menanyakan perihal potensi dari aset GOR Tri Lomba Juang, karena permasalahan yang sering terjadi adalah banyaknya aset yang dimiliki tidak sebanding dengan fungsinya, sehingga ia berharap agar Dispora dapat mulai mengubah mindset untuk pengoptimalkan aset yang dimiliki. Menanggapi hal tersebut Suhindoyo mengatakan bahwa realisasi GOR TLJ sampai bulan Desember kemarin cukup bagus meskipun di masa pandemi, setidaknya kurang lebih 70% target terealisasi dari aset GOR TLJ. Adapun aset-aset penyumbang pendapatam di GOR TLJ diantaranya adalah Lapangan badminton, tennis, tennis meja, Ruko, serta tempat parkir.

Dyah Ratna menanyakan perihal optimalisasi kualitas para atlit di masa pandemi ini, karena akan sulit atlit berlatih di mana ada aturan untuk menjaga jarak dan menghindari berkumpul/kerumunan. Menjawab pertanyaan tersebut Suhindoyo mengatakan bahwa posisi Dispora saat ini dilematik, karena harus menghindari kerumunan namun tetap memfasilitasi para atlit. Saat ini Dispora menghimbau dan mensosialisasikan para atlit untuk berlatih secara mandiri karena tidak bisa menjanjikan kapan kompetisi akan diselenggarakan. Dispora hanya memfasilitasi sarana untuk berlatih para atlit, dan mengorganisir atlit untuk dapat berlatih di jam khusus yaitu pukul 10.00 - 15.00, karena pada pukul 15.00 - 18.00 GOR TLJ baru dibuka untuk umum. Suhindoyo juga menjelaskan perihal pembukaan kolam berenang sebelumnya mengalami pro dan kontra.

maka dari itu Dispora melakukan kajian khusus dengan tim ahli dan akademisi mengenai aman atau tidaknya kolam berenang di masa pandemi ini, dan ternyata aman karena di dalam air terdapat disinfektan dan kaporit, adapun potensi penularan dapat terjadi jika mereka berkumpul sebelum atau sesudahnya. Rohaini dan Anang mengatakan bahwa dewan akan mendukung sepenuhnya kegiatan serta inovasi-inovasi yang dilakukan oleh Dispora.

Berita Terkait