Breaking News

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Mualim menjadi narasumber Dialog interaktif dengan tema Menjaga Harga Kebutuhan Pokok di Bulan Suci Ramadhan

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Mualim hadir menjadi narasumber daam Dialog interaktif dengan tema Menjaga Harga Kebutuhan Pokok di Bulan Suci Ramadhan, Senin (5/4) di Studio Semarang TV. Turut hadir menjadi narasumber Dosen FEB UNDIP Wahyu Widodo, SE., M.Si, Ph.D.

Keperluan bahan pokok menjadi kedaulatan tertinggi yang menjamin keutuhan sebuah generasi. Maka sepanjang apapun jalan yang ditempuh untuk memastikan kestabilan pasokan dan harganya, tetap harus dijalani sambil terus menemukan inovasi. Sejalan dengan hal tersebut Mualim mengungkapkan beberapa langkah yang telah dilakukan pemerintah untuk menjaga harga kebutuhan pokok menjelang bulan ramadhan ini khususnya di masa pandemi, beberapa diantaranya adalah dengan mengkoordinasikannya bersama dinas terkait dengan melakukan kunjungan lapangan pada pasar tradisional dan modern, melakukan subsidi silang, serta memastikan sistem distribusi dapat berjaln dengan lancar. Mualim berharap masyarakat tidak khawatir berlebihan yang menimbulkan panic buying dan pada akhirnya justru menimbun, karena hal-hal seperti itulah yang memicu kenaikan harga barang. Ia juga berharap pemkot dapat melakukan pendataan terkait ketersediaan barang mulai dari sebelum sampai sesudah lebaran agar tercukupi dan jika memungkinkan surplus. Tak lupa ia tetap menghimbau masyarakat untuk hidup dengan disiplin dan pola hidup sehat agar pandemi ini segera berakhir.

Sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Mualim, Wahyu Widodo pun menyampaikan bahwa kenaikan harga barang dipicu karena kelangkaan, biaya produksi meningkat, serta sistem distribusi yang tidak lancar, serta faktor psikologis. Saat ini pun sudah dapat dilihat adanya inflasi bahan makanan sebesar 5% hal tersebut membuktikan adanya tekanan meskipun supply dan demand saat ini masih terkendali. Wahyu Widodo pun mengungkapkan solusi terbaik saat ini adalah menstabilkan daya beli masyarakat dengan memfokuskan kepada 40% masyarakan dengan pendapatan menengah ke bawah. Jika dilihat dari data Kementrian Perdagangan, semua komoditi stabil kecuali harga ayam dan cabai. Untuk itu perlu upaya dan proses dengan jangka panjang, ketepatan sasaran adalah PR (pekerjaan rumah) kita saat ini. Menurutnya Kota Semarang dan Jakarta sangatlah mirip, karena bergantung dengan resource daerah sekitarnya untuk memenuhi kebutuhan, maka perlu koordinasi dengan Provinsi untuk mengoptimalkan pemberdayaan petani dan menjamin ketercukupan kebutuhan, sehingga harga bahan pokok pun terkontrol.

Berita Terkait