Dialog Interaktif DPRD Kota Semarang Buka Saluran Aspirasi Publik dalam Pembangunan
DPRD Kota Semarang menggelar dialog interaktif bertema Membuka Saluran Aspirasi Publik dalam Pembangunan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip), Rabu (26/8). Kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara masyarakat, akademisi, dan pemerintah daerah dalam menyusun arah pembangunan Kota Semarang.
Dialog menghadirkan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono, Kabid PPE Bappeda Kota Semarang, Safitri Nur Taqwaningtyas dan Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono sebagai narasumber.
Dalam dialog tersebut, para narasumber membahas pentingnya keterlibatan publik dalam proses pembangunan. Aspirasi masyarakat dinilai menjadi salah satu sumber penting dalam menentukan kebijakan yang sesuai dengan kebutuhan dan persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono menegaskan, DPRD memiliki fungsi penting dalam menjembatani aspirasi masyarakat agar dapat menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.
“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan dari atas. Aspirasi masyarakat harus menjadi bagian penting dalam menentukan kebijakan, sehingga pembangunan yang dilakukan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat,” ujar Suharsono.
Sementara itu, Kabid PPE Bappeda Kota Semarang Safitri menyampaikan bahwa perencanaan pembangunan membutuhkan partisipasi berbagai pihak. Pemerintah daerah terus mendorong agar masyarakat memiliki ruang untuk menyampaikan usulan, masukan, sekaligus kritik terhadap program pembangunan.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah, DPRD, akademisi, dan masyarakat akan membuat proses perencanaan pembangunan semakin terbuka, terarah, dan responsif terhadap kebutuhan warga.
Dekan FISIP Undip Teguh Yuwono menambahkan, perguruan tinggi juga memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi dan partisipasi publik. Kampus dapat menjadi ruang bertemunya berbagai gagasan sekaligus memberikan perspektif akademis terhadap persoalan pembangunan daerah.
Dialog interaktif tersebut diharapkan dapat memperkuat saluran komunikasi publik sekaligus mendorong masyarakat untuk lebih aktif menyampaikan aspirasi. Dengan keterlibatan publik yang semakin luas, pembangunan Kota Semarang diharapkan dapat berjalan secara inklusif, transparan, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat
