DPRD Kota Semarang Gelar Dialog Interaktif Bahas Kesiapsiagaan Infrastruktur dan Fasilitas Kesehatan Hadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi

           

DPRD Kota Semarang menggelar dialog interaktif bertema “Kesiapsiagaan Infrastruktur dan Fasilitas Kesehatan Kota Semarang Menghadapi Ancaman Bencana Hidrometeorologi” di Hotel Quest Semarang, Selasa (13/10).


Kegiatan ini menjadi forum diskusi untuk membahas kesiapan infrastruktur perkotaan dan fasilitas kesehatan dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, genangan air, cuaca ekstrem, dan tanah longsor yang dapat mengancam keselamatan masyarakat serta mengganggu aktivitas perkotaan.


Dialog interaktif tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua DPRD Kota Semarang Kadarlusman, Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) dan Drainase Moch Hisam Ashari, serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang Abdul Hakam.


Dalam dialog tersebut, kesiapsiagaan infrastruktur menjadi salah satu aspek penting yang dibahas, terutama berkaitan dengan pengelolaan drainase, kapasitas saluran air, serta upaya mengantisipasi genangan dan banjir ketika curah hujan meningkat. Pemeliharaan infrastruktur dan koordinasi antarinstansi dinilai menjadi bagian penting dalam upaya mengurangi risiko bencana di wilayah perkotaan.


Selain infrastruktur, kesiapan fasilitas kesehatan juga menjadi perhatian. Rumah sakit, puskesmas, dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya perlu memiliki kesiapan dalam menghadapi situasi darurat, baik dari sisi tenaga kesehatan, ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis, maupun keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat ketika terjadi bencana.


Melalui forum ini, DPRD Kota Semarang mendorong pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah terkait, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam memperkuat upaya mitigasi serta kesiapsiagaan menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi.


Kesiapsiagaan yang baik tidak hanya bergantung pada ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga pada perencanaan yang matang, respons cepat, serta koordinasi yang efektif ketika bencana terjadi.


Dialog interaktif ini diharapkan dapat menjadi ruang untuk bertukar pandangan, mengidentifikasi tantangan, serta merumuskan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan ketahanan infrastruktur dan fasilitas kesehatan di Kota Semarang.


Dengan kesiapan yang semakin kuat dan kolaborasi yang berkelanjutan, Kota Semarang diharapkan mampu meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi sekaligus melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat.