DPRD Mengadakan Dialog Interaktif Bertajuk “Ekonomi kreatif dan inovasi lokal: Motor baru pertumbuhan Kota Semarang”
DPRD Kota Semarang mengadakan dialog pada Rabu, 12 November 2025 di Aroem Resto dengan menghadirkan tiga narasumber: Dyah Tunjung (Wakil Ketua DPRD Kota Semarang), M. Waluyo Sejati (Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan UMKM), dan Oldy Ardhana (Ketua HIMPI BPC Kota Semarang).
Dalam sesi dialog, Dyah Tunjung menjelaskan fokus DPRD dalam mengawasi UMKM dari hulu ke hilir, termasuk pentingnya NIB sebagai syarat dasar pengembangan usaha, serta apresiasi terhadap pengusaha perempuan yang dinilai cepat membaca kebutuhan pasar.
Masukan teknis disampaikan Waluyo dengan memaparkan kondisi 30.751 usaha mikro di Kota Semarang, termasuk lebih dari 16 ribu pelaku perempuan yang didampingi melalui empat pilar pendukung: pendampingan, pelatihan, pemodalan, dan pemasaran. Oldy menambahkan bahwa sektor kreatif kini menjadi penggerak pertumbuhan, namun pelaku UMKM menghadapi turunnya daya beli masyarakat sehingga dituntut lebih kreatif dalam menarik konsumen dan memaksimalkan keterampilan sebelum modal.
DPRD memanfaatkan dialog ini untuk memperkuat arah kebijakan, termasuk pengawasan terhadap pelaksanaan Perda Ekonomi Kreatif sebagai dasar pemberdayaan UMKM. Sinergi dengan perangkat daerah dan pelaku usaha menjadi langkah DPRD memastikan penguatan UMKM berjalan efektif dan selaras dengan kebutuhan lapangan.
Sumber: Humas sekretariat DPRD Kota Semarang
